WHAT'S NEW?
Loading...

Indahnya Keberagaman di Bukit Kasih Dan Kerennya Hotel Manado

Mendengar kata Manado, tentu pikiran kita langsung melayang ke Taman Laut Bunaken yang memang terkenal hingga ke mancanegara. Tapi jangan salah, Manado tak hanya ada taman laut saja. Banyak lagi tempat wisata lainnya yang tak hanya memanjakan mata namun juga memberikan banyak pelajaran bagi kita sebagai wisatawan. Mengawali perjalanan liburan di Manado, mari sebentar kita tengok pemandangan dari Teluk Manado yang berada tepat di balkon kamar Suite Balcony Aryaduta Manado. Hotel Manado ini menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia, bahkan sudah mendapatkan penghargaan dari situs TripAdvisor selama 2018 dan 2019. 

Hotel Manado

Aroma laut yang menenangkan sekaligus menambah betah semakin memantapkan kaki untuk segera bertualang ke tempat-tempat wisata di sekitarnya. Tujuan pertama adalah Bukit Kasih. Berjarak 55 kilometer arah selatan ibukota Provinsi Sulawesi Barat, bukit yang berada di Desa Kanonang, Kabupaten Minahasa ini merupakan bukit belerang yang masih alami. Namun keunikannya bukan terletak pada hamparan belerang, tetapi justru monumen yang berdiri tegak di tempat tersebut.

Dibangun pada tahun 2002 sebagai pusat keagamaan, Bukit Kasih menjadi tempat pemersatu 5 pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yakni Islam, Kristen, Budha, Hindu dan Kong Hu Chu. Berada tepat di bawah kaki Gunung Soputan yang masih aktif, monumen Bukit Kasih berdiri dan menjadi simbol keberagaman sekaligus perdamaian yang ada di negara ini. Ada tempat ibadah sesuai dengan agama masing-masing yang berada dalam satu komplek. Seolah-olah menjadi bukti nyata dan perwujudan dari semboyan “Torang Samua Ba’sudara” yang artinya “Kita Semua Bersaudara.”

Di bukit tropis yang rimbun dan berkabut, semua pemeluk agama dapat beribadah dengan nyaman dan harmonis. Hal ini yang menjadi asal usul nama Bukit Kasih, yang menimbulkan harmonisasi antar umat beragama di Indonesia.

Uniknya, di puncak pertama, pengunjung dapat melihat salib putih yang tingginya mencapai 53 meter yang sudah dapat terlihat dari Pantai Boulevard, Manado, tempat saya menginap tadi. Tempat ini juga diyakini sebagai tempat asli nenek moyang dari suku Minahasa, yakni Toar dan Lumimuut tinggal.

Perjalanan menuju ke Bukit Kasih harus ditempuh selama kurang lebih dua jam perjalanan darat dari Kota Manado melalui Tomohon. Jangan lupa bahwa Gunung Soputan jalurnya curam dan sangat berliku, sehingga diperlukan pengemudi yang benar-benar terlatih untuk medan seperti itu. Di sekitar area Bukit Kasih, para pengunjung juga dapat menikmati jagung, pisang dan ubi rebus samibl menghirup udara segar khas pegunungan, loh. Kalau mau beli souvenir juga bisa, berupa gelang, kalung dan kerajinan tangan lainnya yang terbuat dari tempurung kelapa dan kayu yang dibuat oleh penduduk setempat.

Oh iya, naik ke Bukit Kasih perlu kekuatan fisik ya, karena ada sekitar 2.435 anak tangga yang agak curam untuk sampai ke puncak. Bisa juga sih lewat jalan lain di sisi kanan monumen, hanya saja kurang terasa petualangannya. Nantinya di sisi kiri dan kanan perjalanan menuju puncak akan disuguhi bau belerang yang kuat. Maklum, Gunung Soputan hingga saat ini masih aktif. Tapi tenang saja, pemandangan yang ditawarkan memang benar-benar luar biasa. Perjuangan menuju puncak tak akan lagi dikeluhkan karena kualitas pemandangan yang tak bisa digantikan.

Sebelum memutuskan naik ke puncak, cek dulu kesehatan kalian ya. Karena untuk penderita penyakit jantung atau asma, sangat tidak disarankan untuk naik, apalagi memaksakan diri sampai ke puncak. Walaupun berada di kaki bukit, pemandangannya sudah menakjubkan kok. Masih bisa berswafoto tanpa harus kelelahan karena fisik yang tak bersahabat.

0 komentar:

Posting Komentar