WHAT'S NEW?
Loading...

Perkembangan Bayi 6 Bulan, Sudah Bisa Apa Saja Ya ?

Ada banyak hal yang bisa dilakukan bayi 6 bulan, diusia ini bayi biasanya akan berkambang pesat mulai dari perkembangan keterampilan fisik sampai dengan kemampuan berinteraksinya pun juga akan sangat berkembang.

Mpasi Bayi 6 Bulan


Salah satu perkembangan fisik bayi adalah semakin pintarnya bayi untuk berguling. hal ini dikarenakan otot-otot leher dan lengannya yang sudah semakin kuat. Wajar jika bayi akan senang meakukannya, tetapi Ibu harus berhati-hati saat meninggalkannya di atas tempat tidur atau tempat yang tinggi karena adanya kemungkinan ia terjatuh dari tempat tidurnya. Selain itu, berhati-hatilah ketika mengganti popok si Kecil. Minta tolong pada orang lain untuk menahan si Kecil agar ia tidak berguling.

Selain itu, si Kecil semakin pintar mencari perhatian Ibu. Tidak hanya dengan menangis, si Kecil akan berusaha menarik perhatian Ibu dengan menggeliat-geliat, mengoceh, dan lain sebagainya.

Saat berusia 6 bulan, si Kecil sudah bisa diajarkan bahasa isyarat. Misalnya, melambai untuk mengatakan "Selamat tinggal." dan menunjuk untuk mengatakan "Lihat itu!". Kemampuan motorik si Kecil berkembang lebih dahulu daripada kemampuan berbahasanya. Bahasa isyarat semacam ini bisa memfasilitasi si Kecil untuk menyampaikan apa yang dibutuhkannya, dan menghindarkan si Kecil dari rasa frustasi. Misalnya, dengan mengusap-usap perutnya bila ia masih ingin disuapi.

Biasanya saat menginjak usia 6 bulan, bayi juga akan diperkenalkan dengan makanan pendamping asi atau Mpasi. Namun yang perlu diingat adalah sebaiknya mengenalkan MPASI dengan bahan sayur, buahm dan daging secara perlahan untuk mengetaui respons bayi terhadap makanan tersebut.

Berikut beberapa MPASI yang bisa dicoba, saat bayi menginjak 6 bulan.

1.    Pisang
Potong pisang jadi bagian kecil. Usahakan agar ukuran potongan pisang ini mudah dimakan bayi dan nggak bikin mereka tersedak. Buah-buahan lain bertekstur lembut juga aman kok sebagai permulaan belajar makan untuk bayi.

2.    Ubi
Rebus ubi, kemudian potong dadu. Bayi akan menyukai rasa ubi yang manis ini. Ubi, kentang, dan sayuran lainnya lebih baik direbus ya, Bun agar nutrisinya tidak berkurang.

3.    Alpukat
Tekstur alpukat yang lembut sangat cocok untuk menjadi camilan si kecil yang masih belajar mengunyah. Caranya, cukup dengan memotong dadu buah alpukat yang matang.

4.    Daging ayam atau sapi
Berikan daging ayam dan sapi dengan tekstur lembut. Haluskan terlebih dahulu ya, Bun, dagingnya. Jika bayi sudah berusia di atas 12 bulan, Bunda boleh memberikan daging dalam bentuk potongan-potongan kecil.

5.    Buah pir
Iris kecil-kecil buah pir sebelum diberi ke bayi. Pastikan pilih buah pir yang sudah matang

6.    Tahu
Potong kecil-kecil tahu yang sudah dimasak. Tapi, kalau bayi tidak mau memakannya, tidak usah dipaksa. Bunda bisa mencobanya lain kali.

7.    Roti Gandum
Setelah bayi dikenalkan dengan berbagai makanan lembut sebagai permulaan, Bunda bisa nih mulai mengenalkan roti gandum ke si kecil. Makanan padat ini bisa menjadi camilan yang sehat untuk bayi. Kupas terlebih dahulu pinggiran rotinya, kemudian potong jadi kotak-kotak kecil.

Ketika si Kecil mulai mengonsumsi makanan padat pertamanya, mungkin warna dan bau tinjanya akan berubah. Ini adalah hal yang normal. Namun, perhatikan konsistensinya. Jika tinja si Kecil tergolong keras, kemungkinan ia mengalami konstipasi. Ganti  MPASI si Kecil dengan sayuran atau beberapa jenis buah-buahan. 

Sekali lagi yang perlu dilakukan saat memperkenalkan MPASI pada bayi adalah secara perlahan. kenalkan makanan satu per satu untuk melihat makanan apa yang menimbulkan alergi pada anak.

0 komentar:

Posting Komentar