WHAT'S NEW?
Loading...

Cari Tahu Cara Mengatasi Sindrom Steven Johnson

Sindrom Steven Johnson
Sumber : apotekeranda.com
Sindrom Steven Johnson merupakan alergi yang dapat muncul akibat kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin. Lapisan tersebut kemudian banyak dikenal sebagai membran mukosa di dunia kedokteran. Sindrom Steven Johnson tergolong kondisi yang jarang terjadi, serta biasanya muncul diakibatkan munculnya reaksi tubuh terhadap obat atau infeksi. Penderita sindrom biasanya sangat  membutuhkan penanganan segera melalui rawat inap di rumah sakit, akibat berpotensi menyebabkan kematian, sehingga perlu diketahui cara mengatasi sindrom steven johnson salah satunya .
 
Sindrom Steven Johnson (SJS) termasuk penyakit yang cukup jarang terjadi dan diidap seseorang di Indonesia, namun merupakan kategori kondisi yang serius. Penyakit ini menyebabkan kulit dari penderitanya menjadi gatal-gatal, melepuh, hingga mengelupas akibat dari reaksi berlebihan terhadap obat maupun infeksi tertentu.
 
Orang yang terkena Sindrom Steven Johnson sebaiknya harus terburu-buru dilarikan ke rumah sakit dalam rangka mendapatkan perawatan, dalam masa pemulihannya pun dapat  menghabiskan waktu berminggu-minggu serta cara mengatasi sindrom steven johnson angat diperlukan. Gejalanya yang muncul dapat terjadi sangat parah, bahkan penyakit ini bisa mengakibatkan kematian. Menurut dr. Budiman, SH, LLM , bahwa penyebab munculnya Sindrom Steven Jhonson dipicu berbagai faktor yang keseluruhannya berkaitan dengan respons imun terhadap obat.
 
Inilah langkah-langkah sebagai steven dilansir dari Honestdocs, simak baik-baik yuk!
 
1. Terapi Spesifik
Maksud dari pengobatan spesifk Kortikosteroid sistemik (KS) sebagai salah satu cara mengatasi sindrom steven johnson , dimana pemakaiannya masih diperdebatkan sebagaib kontroversi. Pemberian KS disinyalir dapat memperlambat terjadinya penyembuhan lesi kulit, juga terjadinya peningkatan terjadinya risiko infeksi, mengakibatkan tertutupinya tanda awal infeksi sehingga menyebabkan terjadinya pendarahan gastrointestinal, dan yang paling parah tentu saja meningkatkan kematian, Sebagian besar peneliti juga mentakan KS tidak terbukti dalam hal menguntungkan pada awal penyakit sehingga justru memperparah bila diberikan pada stadium lanjut.
 
Dalam rangkan pencegahan sekuele okular melalui pemberian tetes mata dengan obat antiseptik. Faktor penyebab juga dapat disebabkan obat ataupun faktor lain kemudian diperkirakan sebagai penyebab kenyataab harus segera dihentikan atau diatasi. Dari penyebab yang paling umum serta harus diidentifikasi seperti adanya riwayat penggunaan obat-obatan terakhir, serta relasi terhadap perkembangan penyakit terutama terhadap episode Sindrom Steven Johnson, terbukti bermanfaat dalam manajemen Sindrom Steven Johnson.
 
Dalam kasus yang tidak berat serta memiliki prognosisnya baik,serta rentang penyembuhan terjadi dalam waktu 2-3 minggu. Kematian pun diperkirakan berkisar antara 5-15% pada kasus berat akibat berbagai komplikasi yang terlambat dan tidak memadai. Prognosis cukup berat bila terjadi lesi kulit yang lebih luas. Kematian pun umumnya disebabkan oleh gangguan keseimbangan cairan, bronkopneumonia , elektrolit, bronkopneumonia, serta sepsis.
 
2. Terapi Suportif
Selain terapi spesifik juga terdapat terapi suportif yang merupakan tata laksana standar pada pasien . Pasien yang umumnya datang dengan keadaan umum dalam kondisi yang berat membutuhkan cairan dan elektrolit, serta kebutuhan kalori maupun protein yang sesuai secara parenteral. Pemberian cairan ini kemudian tergantung dari luasnya kelainan kulit dan mukosa yang terlibat. Pemberian nutrisi dapat melalui pipa nasogastrik dilakukan hingga mukosa oral kembali normal. Obat pencuci mulut dan salep gliserin untuk diberikan pada lesi di mukosa mulut.
 
Apabila terjadi infeksi diberikan antibiotika spektrum luas, yang biasanya dipergunakan gentamisin 5mg/kgBB/hari intramuskular pada setiap dua dosis.  Antibiotik pun diberikan berdasarkan hasil biakan dan uji resistensi kuman didapat berdasarkan sediaan lesi kulit dan darah. Terapi infeksi sekunder dari antibiotika yang jarang menimbulkan alergi, memiliki berspektrum luas, serta bersifat bakterisidal maupun tidak bersifat nefrotoksik.
Mari jaga kesehatan terus ya teman-teman agar terhindar dari kiat cara mengatasi sindrom steven johnson dan tetap dapat melanjutkan aktivitas.

0 komentar:

Posting Komentar